MEMBERI NILAI PADA KARBON
Di usia yang memasuki angka 78 tahun, Emil Salim masih terlihat enerjik. Tidak terlihat tanda-tanda kelelahan di gurat wajahnya.
Kesibukannya menyita waktu, terutama setelah dipercaya menjadi Kepala Delegasi Indonesia dalam United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC).
Ketika ditemui di paviliun Indonesia halaman hotel Westin Nusa Dua, Bali, ia tampak masih bersemangat meladeni pertanyaan wartawan-wartawan yang mungkin lebih cocok menjadi cucunya.
“hayo, mau Tanya apa lagi? Keluarkan saja semua uneg-unegnya,” katanya sambil tersenyum. Jika tidak dihentikan oleh panitia, niscaya ia akan trus meladeni pertanyaan-pertanyaan wartawan sampai semalam suntuk. Berikut adalah petikan sekitar 30 menit perbincangan oleh wartawan, senin(3/12)lalu.
Apa yang diperjuangkan Delegasi Indonesia dalam UNFCCC?
Perlu ada institusi, perlu ada funding, perlu ada lembaga untuk mentransfer teknologi. Hal itu yang kita bahas. Ini jugqa didunkung Bapenas. Bagaimana melahirkan institusi yang bisa menangani raising fund.
Bagaimana sikap Indonesia terhadap GlobalEnvironment Facilities (GEF)?
Ada Global Environmenf Facilities (GEF) yang trikqat dalam pengelolaan fund yang mengelola dana-dana yang disalurkan ke Clean Development Mechanism(CDM). Sedangkan adaptation fund berbeda dengan CDM. Dia berpangkal pada hal seperti dana dan perbantuan. Ini adalah `binatang` baru yang belum digarap.
Apa yang diharapkan Delegasi Indonesia dalam isu deforestasi?
Kita mengalami deforestion karena pertambahan penduduk dan sebab-sebab lain. Dalam deforestation itu, lebih baik kita mencegah emisi CO2. Jadi kemampuan menyerap CO2 tetap ada. Misalkan CO2 yang dilepaskan adalah 100. Dengan cara baru, CO2 itu bisa diserap lagi sebanyak 70, nah yang 30 lagi (diserap oleh negara-negara berkembang) pelu ada imbalannya.
Apa yang dimaksud meng-off dise carbon print dari pertemuan Conference of Parties (COP) ke-13 ini?
Hakikat dari pertemuan ini, kunci dari climate change adalah emisi dari CO2. Penyerapan dari emisi CO2 adalah hutan. Jadi kalau kita menyerap karbon, kita akan mendapat imbalan. Jadi isunya adalah member value pada karbon. Sehingga siapa yang melepas karbon cost-nya akan naik. Dan siapa yang menyerap karbon, akan mendapat imbalan. Tujuan dari usaha ini, through the market cqarbon trading yang memberi value pada karbon.
Apa masyarakat sudah siap dengan skema ini?
Penilaian gubernur menjadi penting. Apakah gubernur menganggap daerahnya sudah matang atau tidak. Tapi pembicaraan government to government itu perlu, untuk menghindari penyalahgunaan dari pihak luar yang mau memanfaatkan hutan-hutan kita dengan dalih untuk kepentingan komunitas tertentu.
Apa perlu dasar hokum yang jelas untuk masalah ini?
Ikuti saja ketentuan hokum yang ada. Yang penting, siapa yang masuk di data siapa yang mcam-macam. Agar masyarakat kita tidak disalahgunakan untuk hal yang macam-macam.
Oleh : Hamdi Hasbullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar